- Belum ada kegiatan
Apakah perempuan HIV-positif boleh mendapatkan anak?
Kita semua berhak untuk menikah dan mendapatkan keturunan. Menjadi HIV-positif tidak mengurangi hak tersebut. Namun jelas tanggung jawab kita juga lebih besar. Kita pasti ingin supaya anak kita tidak terinfeksi HIV, dan ada beberapa
cara untuk mengurangi risiko ini. Selain itu, kita pasti ingin tetap sehat agar dapat membesarkan anak kita.
Cara terbaik untuk meyakinkan bahwa anak tidak terinfeksi dan kita tetap sehat adalah dengan memakai terapi antiretroviral (ART). Perempuan di seluruh dunia sudah memakai obat antiretroviral (ARV) secara aman waktu hamil lebih dari sepuluh tahun.
ART sudah berdampak besar pada kesehatan perempuan HIVpositif dan anaknya. Oleh karena ini, banyak perempuan diberi semangat untuk mempertimbangkan mendapatkan anak. Terapi kita akan melindungi anak kita
Manfaat pengobatan tidak sekadar untuk kesehatan kita sendiri. Mengobati HIV kita sendiri akan mengurangi risiko bayi terinfeksi HIV menjadi hampir nol. Tanpa pengobatan, kurang lebih satu dari empat bayi yang terlahir dari ibu HIV-positif akan terinfeksi saat lahir. Walaupun ini berarti tiga dari empat tidak terinfeksi, risiko ini terlalu besar, terutama karena dengan pengobatan HIV hampir semua bayi tersebut dapat bebas HIV waktu lahir.
Bagaimana HIV menulari bayi?
Kita masih belum mengetahui secara persis bagaimana HIV
menular dari ibu-ke-bayi. Namun, kebanyakan penularan
terjadi saat persalinan (waktu bayinya lahir). Selain itu, si bayi
juga dapat tertular waktu disusui. Hal ini ditunjukkan dalam
gambar berikut.
