Dialogue on Sexual and Reproductive Health and Rights


More than 15 years after Indonesia as one of the signatories in the Cairo commitment has shown progress in meeting the sexual and reproductive health and rights of its people. The newly endorsed Law on Health no 36 /2009 has included many aspects of reproductive health. This law, however, needs to be disseminated to wider communities, if not all population, to build better understanding and comprehension on the people’s rights that is covered by the law and its implication to the state’s obligation.

 

PILOT PROJECT PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KEBUMEN – JAWA TENGAH


Kegiatan di Kabupaten Kebumen diawali dengan melakukan pendekatan kepada Bupati, Ibu Hj. Rustriningsih. Bupati beserta para wakil dari Dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan menyambut baik rencana kegiatan kerjasama antara Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) dengan Pemkab Kebumen. Setelah mendapatkan persetujuan dari Bupati, YKP mulai menyusun beberapa kegiatan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Perempuan Dibutuhkan Untuk Mencegah Korupsi


Perempuan memiliki peran besar dalam upaya mencegah terjadinya korupsi dengan segala kapasitas yang dimiliki. Sebaliknya, perempuan bisa menjadi pemicu korupsi yang dilakukan suami. "Tidak semua istri itu bidadari. Bisa saja dia bergaul dengan hedonis," kata Wakil Ketua Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin pada seminar bertemakan "Perempuan Indonesia Melawan Korupsi" di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Integrasi Konsep Kesehatan Perempuan Pada Kurikulum Akademi Kebidanan


Kematian ibu yang tinggi di Indonesia merupakan refleksi bahwa kepedulian kita kepada kesehatan perempuan amat rendah. Bukan saja kepada kesehatan, mungkin kepada semua aspek kehidupan perempuan. Ini  tercermin dari beberapa makalah yang menuduh bahwa secara sosial, ekonomi, dan politik di seluruh dunia terdapat diskrimasi kepada perempuan1. sebagai contoh kebutaan akibat katarak, di negara berkembang mereka yang mendapatkan pelayanan operasi kebanyakan pria dibandingkan dengan perempuan (WHO).

Apakah perempuan HIV-positif boleh mendapatkan anak?


Kita semua berhak untuk menikah dan mendapatkan keturunan. Menjadi HIV-positif tidak mengurangi hak tersebut. Namun jelas tanggung jawab kita juga lebih besar. Kita pasti ingin supaya anak kita tidak terinfeksi HIV, dan ada beberapa
cara untuk mengurangi risiko ini. Selain itu, kita pasti ingin tetap sehat agar dapat membesarkan anak kita.

Cara terbaik untuk meyakinkan bahwa anak tidak terinfeksi dan kita tetap sehat adalah dengan memakai terapi antiretroviral (ART). Perempuan di seluruh dunia sudah memakai obat antiretroviral (ARV) secara aman waktu hamil lebih dari sepuluh tahun.

Events

« July 2010
MonTueWedThuFriSatSun
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Syndicate content